Cerita dalam dunia Death Stranding ciptaan Hideo Kojima ini memang bukan tempat yang mudah untuk dipahami. Sebagai Player yang baru mengenal seri ini, atau mungkin ingin kembali menyelami ceritanya menjelang Death Stranding 2, bisa jadi merasa bingung oleh istilah-istilah aneh seperti BTs, Voidouts, Extinction Entities, bahkan Chiralium. Nah dalam artikel ini mari kita bahas secara lengkap recap cerita yang terjadi dalam game Death Stranding pertama agar kamu bisa langsung memainkan game Death Stranding 2: On the Beach dengan pemahaman yang cukup. Langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

Cerita dalam Dunia Death Stranding tidak dimulai dari peristiwa di masa kini, tetapi dari awal mula kehidupan itu sendiri. Segalanya bermula saat materi dan antimateri bertabrakan dalam peristiwa kosmis yang kita kenal sebagai Big Bang. Dari sana, materi membentuk seluruh alam semesta, termasuk kehidupan di Bumi. Namun, alam semesta juga memiliki kecenderungan untuk menghapus kehidupan melalui peristiwa kepunahan massal yang dikenal sebagai extinction events. Sepanjang sejarah Bumi, telah terjadi lima extinction events, masing-masing dipicu oleh makhluk yang disebut Extinction Entity, atau EE, yang memiliki hubungan mendalam dengan kematian dan dunia setelahnya.
Extinction Entity keenam dalam sejarah Bumi adalah Bridget Strand. Sejak masa mudanya, Bridget mengalami mimpi buruk yang menggambarkan kiamat. Dalam usianya yang masih muda, ia juga mengidap kanker rahim. Saat menjalani operasi, tubuh dan jiwanya terpisah. Tubuhnya tetap hidup di dunia nyata, sementara jiwanya berpindah ke tempat metafisik bernama the Beach, semacam purgatorium tempat semua jiwa manusia transit sebelum menuju akhirat. Tidak seperti manusia biasa yang hanya dapat mengakses Beach mereka sendiri setelah kematian, Bridget sebagai EE bisa mengakses semua Beach.
Di Beach itu, Bridget mulai memahami takdirnya. Ia menyadari bahwa mimpi-mimpi buruknya bukan hanya halusinasi, melainkan gambaran masa depan. Karena waktu tidak berjalan di Beach, ia memiliki akses terhadap seluruh pengetahuan yang pernah ada. Bridget memutuskan untuk memanfaatkan kekuatan ini guna menghentikan peristiwa kepunahan keenam. Namun, tubuhnya di dunia nyata tetap menua dan terus melanjutkan kehidupan sebagai manusia biasa.
Di dunia nyata, Bridget merintis karier politik hingga akhirnya menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat. Saat itu, dunia belum memahami ancaman dari batas yang mulai menipis antara dunia hidup dan mati. Tapi sebuah peristiwa tragis mengawali era baru. Seorang dokter mencoba menyelamatkan bayi dari seorang wanita yang mengalami brain death. Namun, karena batas antara hidup dan mati sudah retak akibat peristiwa tubuh dan jiwa Bridget yang terpisah, bayi tersebut tidak bisa kembali ke dunia dan menjadi BT (Beached Thing), makhluk antimateri yang tidak bisa menyeberang ke akhirat.
Ketika tubuh sang dokter menyentuh antimateri dari BT, terjadilah ledakan besar yang dikenal sebagai Voidout. Pemerintah menutupi kejadian ini dan menyebutnya serangan teroris. Namun, Bridget tahu bahwa ini adalah tanda awal kehancuran dunia. Ia membentuk organisasi bernama Bridges, dengan misi memahami dan mencegah Voidout lebih lanjut. Salah satu inisiatif penting dari Bridges adalah program BB (Bridge Baby), yaitu bayi yang diambil dari stillmothers (ibu dalam keadaan brain dead) dan dijadikan alat untuk menjembatani dunia nyata dan dunia kematian.















