• Berita
    • Features
    • Review
    • Tips & Trick
    • Retro Corner
    • Consoles
    Search
    START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH
    Gamervox
    No Result
    View All Result
    Home Features

    8 Game Marvel yang Di-Cancel!

    oky by oky
    Juni 20, 2025
    in Features
    0 0
    0
    8 Game Marvel yang Di-Cancel!
    0
    SHARES
    2
    VIEWS
    Share on FacebookShare on Twitter

    Marvel memang dikenal sebagai raksasa dalam industri film dan komik, namun kiprahnya dalam dunia video game tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah proyek game dengan tema superhero Marvel yang sangat dinantikan, justru harus dihentikan di tengah jalan karena berbagai alasan. Beberapa dibatalkan karena kendala internal pengembang, sementara yang lain tak lolos dari keputusan manajemen atau tekanan pasar. Berikut ini daftar delapan judul game Marvel yang sempat dikembangkan, namun akhirnya tidak pernah sampai ke tangan pemain.

    8 Daredevil: The Man Without Fear (5000ft Inc.)

    Di awal tahun 2000-an, 5000ft Inc. mengembangkan sebuah game aksi untuk PS2 dan Xbox yang mengambil fokus pada karakter Daredevil. Berjudul Daredevil: The Man Without Fear, proyek ini dirancang dengan pendekatan mirip Spider-Man 2, namun dengan nuansa yang lebih gelap dan fokus pada kemampuan sensorik khas Matt Murdock. Pemain dapat menggunakan teknik akrobatik, berayun dari gedung ke gedung dengan grappling hook, dan mengandalkan kemampuan pendengaran super untuk mendeteksi musuh.

    Sayangnya, selama masa pengembangannya, proyek ini mengalami banyak masalah teknis dan kreatif. Permintaan untuk menyesuaikan game dengan film Daredevil yang dibintangi Ben Affleck justru memperlambat proses pengembangan, dan beberapa ide orisinal terpaksa dihapus. Ketika pengembangan terus tertunda dan Marvel menginginkan pendekatan berbeda, proyek ini akhirnya dibatalkan pada 2004, bahkan ketika sudah mendekati tahap akhir.

    Sisa peninggalan dari proyek ini berupa versi prototipe yang sempat bocor ke publik pada 2023, memberikan gambaran kepada penggemar tentang seperti apa potensi game Daredevil jika proyek tersebut berjalan lancar. Dengan pembatalan ini, Daredevil tetap belum mendapatkan game solo penuh sampai hari ini.

    7 Ghost Rider (Neversoft Entertainment)

    Jauh sebelum Ghost Rider mendapatkan adaptasi game berdasarkan film tahun 2007, studio Neversoft yang dikenal lewat seri Tony Hawk sempat mengembangkan game sidescroller bertema Ghost Rider pada akhir 1990-an. Game ini menggabungkan latar 2D dengan efek lingkungan 3D dan pencahayaan dinamis, menciptakan visual yang cukup mengesankan untuk zamannya. Elemen pertarungan menggunakan rantai sebagai senjata utama menjadi daya tarik utama gameplay-nya.

    Desain game ini disebut mirip dengan Castlevania, namun dengan latar kota modern dan tema supernatural khas Marvel. Meski pengembangannya berjalan lancar, Crystal Dynamics selaku publisher menginginkan perubahan arah agar game ini sepenuhnya 3D. Neversoft tidak bisa menyesuaikan proyek dalam waktu yang dibutuhkan, dan akhirnya game dibatalkan sebelum sampai ke tahap akhir.

    Dihapusnya proyek Ghost Rider ini jadi salah satu kehilangan besar, karena saat itu sangat sedikit game superhero yang mengusung gaya aksi sidescrolling dengan elemen supranatural. Beberapa aset dan dokumentasi sempat terselamatkan, namun game tersebut tidak pernah dirilis dalam bentuk utuh.

    6 Marvel: World of Heroes (Niantic Labs)

    Setelah Pokemon GO meraih kesuksesan global, Niantic Labs mendapatkan banyak proyek serupa dari berbagai IP besar, termasuk Marvel. Salah satu proyek tersebut adalah Marvel: World of Heroes, sebuah game mobile berbasis augmented reality yang menggabungkan elemen geolokasi dengan karakter Marvel terkenal seperti Doctor Strange, Spider-Man, Thor, dan Cyclops. Pemain dirancang untuk berinteraksi di dunia nyata sambil menggunakan kekuatan superhero favorit mereka dalam misi dan pertempuran digital.

    Namun tak lama setelah diumumkan, proyek ini dibatalkan pada pertengahan 2023 karena perombakan besar dalam struktur internal Niantic. Studio Los Angeles yang bertanggung jawab atas pengembangan game ini resmi ditutup, dan semua aktivitas proyek diberhentikan. Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun ide awal sangat menjanjikan, tidak semua adaptasi AR bisa bertahan dalam tekanan organisasi dan perubahan arah perusahaan.

    Dengan batalnya Marvel: World of Heroes, kesempatan untuk menikmati pengalaman bermain sebagai superhero di dunia nyata lewat teknologi AR pun ikut hilang. Padahal konsepnya bisa menjadi terobosan unik dalam memadukan realitas fisik dan digital yang selama ini jarang ditemui dalam game Marvel.

    5 The Avengers (THQ Studio Australia)

    Sebelum perilisan film The Avengers pada 2012, THQ Studio Australia tengah mengembangkan game tie-in yang memungkinkan pemain merasakan langsung peran sebagai anggota tim superhero ikonik tersebut. Game ini dirancang memiliki pendekatan aksi orang pertama, dengan karakter seperti Hulk, Iron Man, Captain America, dan Thor memiliki gaya bermain berbeda yang saling melengkapi. Pemain bisa bekerja sama atau bermain solo untuk menghadapi ancaman global seperti yang terjadi dalam film.

    Sayangnya, saat pengembangan masih berlangsung, perusahaan induk THQ mengalami krisis keuangan berat yang memaksa mereka menutup beberapa studio, termasuk divisi Australia. Proyek The Avengers pun ikut dihentikan meski sempat menunjukkan potensi tinggi dalam pengembangan awalnya. Ini menjadi salah satu dari sekian banyak proyek ambisius THQ yang tak pernah dirilis sebelum perusahaan tersebut bangkrut.

    Dengan dihentikannya proyek ini, fans tidak sempat merasakan pengalaman bermain game Avengers dalam versi yang lebih sinematik dan berfokus pada kerja sama tim. Meski pada akhirnya Marvel’s Avengers dari Square Enix dirilis beberapa tahun kemudian, banyak yang penasaran seperti apa hasil akhir dari versi THQ jika berhasil diselesaikan.

    4 Marvel: Chaos (Electronic Arts Chicago)

    Di masa kejayaannya, Electronic Arts Chicago sempat mengembangkan sebuah game fighting bertema Marvel yang dinamakan Marvel: Chaos. Game ini ditujukan untuk konsol generasi Xbox 360 dan PS3, dengan pendekatan visual yang cukup realistis serta fokus pada pertarungan satu lawan satu di arena 3D. Mengingat studio ini juga menggarap Def Jam: Icon, pendekatan mereka terhadap pertarungan karakter Marvel tentu diperkirakan akan lebih “berat” dan penuh efek visual khas era 2000-an.

    Karakter Marvel seperti Wolverine, Hulk, dan Venom direncanakan hadir sebagai petarung utama, dengan latar belakang arena yang bisa dihancurkan selama pertarungan berlangsung. Sayangnya, proyek ini tidak bertahan lama setelah diperkenalkan di San Diego Comic-Con 2007. Tak lama setelahnya, EA mengambil keputusan untuk menutup studio mereka di Chicago, sehingga seluruh proyek yang sedang berjalan ikut dibatalkan, termasuk Marvel: Chaos.

    Walaupun tak pernah resmi dirilis, cuplikan prototipe dari Marvel: Chaos sempat beredar secara online, memperlihatkan visualisasi dan sistem pertarungan yang tampak menjanjikan. Sayangnya, kesempatan untuk melihat pertarungan brutal ala Def Jam dengan karakter Marvel kini hanya bisa menjadi kenangan bagi penggemar genre fighting.

    3 The Invincible Iron Man (Genepool Software)

    Tak lama setelah merilis X2: Wolverine’s Revenge, studio Genepool Software mulai mengembangkan sebuah game baru bertema superhero Marvel lainnya, kali ini fokus pada Iron Man. Game ini dirancang sebagai aksi petualangan orang ketiga dengan tampilan penuh gaya, lengkap dengan fitur terbang dan sistem pertarungan jarak dekat maupun jarak jauh. Rencananya, game ini akan dirilis untuk PS2, Xbox, dan PC.

    Namun proyek ini tak sempat berkembang jauh karena beberapa hambatan internal. Ketika film Iron Man dari Marvel Studios mengalami penundaan produksi, Activision selaku penerbit memutuskan untuk membatalkan proyek dan menutup Genepool. Beberapa gambar konsep dan build awal sempat diperlihatkan oleh mantan pengembangnya di tahun-tahun setelahnya, memperlihatkan tampilan grafis dan pendekatan mekanik yang cukup menjanjikan untuk ukuran game tahun 2000-an.

    Jika tidak dibatalkan, The Invincible Iron Man bisa saja menjadi debut video game yang memperkenalkan pengalaman bermain sebagai Tony Stark dalam format AAA lebih awal. Banyak penggemar Iron Man menganggap bahwa game ini memiliki potensi besar, apalagi saat itu karakter ini belum sepopuler sekarang.

    2 Black Panther (Cliffhanger Games / Electronic Arts)

    Setelah kesuksesan film layar lebar Black Panther di tahun 2018, banyak penggemar berharap bisa menjelajahi Wakanda lewat sebuah game penuh aksi. Studio baru bernama Cliffhanger Games dibentuk oleh Electronic Arts pada 2023 dengan fokus utama menciptakan game solo Black Panther yang memberi pengalaman sebagai T’Challa. Game ini dijanjikan membawa nuansa eksplorasi dan pertarungan khas superhero Marvel ke dalam dunia futuristik Wakanda.

    Namun setelah berjalan hampir dua tahun tanpa informasi konkret, pada Mei 2025 EA akhirnya mengonfirmasi bahwa proyek ini dibatalkan sepenuhnya. Penutupan studio Cliffhanger Games turut membawa gelombang pemutusan hubungan kerja yang cukup besar. Kabar ini cukup mengejutkan mengingat antusiasme yang sempat mengelilingi game ini saat pertama kali diumumkan, terutama karena tema dan latar yang sangat potensial untuk dunia game.

    Dengan dihentikannya proyek ini, peluang untuk melihat Black Panther dalam sebuah game AAA dengan dunia terbuka yang penuh teknologi canggih pun sirna. Banyak pihak menyayangkan keputusan ini karena game ini dinilai bisa memberikan variasi besar dalam daftar game superhero Marvel yang umumnya berpusat pada karakter yang sama.

    1 Spider‑Man: The Great Web (Insomniac Games)

    Insomniac Games dikenal sebagai pengembang yang sukses besar lewat Marvel’s Spider-Man dan sekuelnya, namun ternyata sempat mengerjakan proyek tambahan bertema multiverse. Bocoran yang muncul akibat peretasan pada akhir 2023 mengungkap keberadaan game berjudul Spider-Man: The Great Web. Konsepnya adalah game multiplayer dengan format live-service, di mana pemain bisa menggunakan berbagai versi Spider‑People seperti Peter Parker, Miles Morales, Gwen Stacy, dan lainnya.

    Game ini digarap dalam semesta yang sama dengan game Spider-Man buatan Insomniac, serta terinspirasi dari event Spider-Verse. Pemain akan bekerja sama melawan musuh seperti versi multiversal dari Sinister Six dengan masing-masing karakter memiliki kemampuan unik. Meskipun konsep ini terasa ambisius, banyak spekulasi menyebutkan bahwa Insomniac menghentikan proyek ini karena khawatir akan nasib serupa dengan game live-service lain yang gagal secara komersial.

    Gagalnya proyek ini menambah daftar panjang game superhero yang tak sampai ke pasar karena pendekatan model layanan yang kurang stabil. Meski begitu, banyak penggemar tetap berharap ide Spider-Verse multiplayer bisa dikembangkan lagi suatu saat dalam format yang lebih sesuai.

    Tags: Black PantherGameMarvel
    Previous Post

    10 Game Mario Paling Seru!

    Next Post

    10 Bos Resident Evil Tersulit!

    oky

    oky

    Next Post
    10 Bos Resident Evil Tersulit!

    10 Bos Resident Evil Tersulit!

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Comments
    • Latest
    Lengkap, Recap Cerita Death Stranding!

    Lengkap, Recap Cerita Death Stranding!

    Juni 26, 2025
    Blibli Akan Jual Nintendo Switch 2 di Indonesia!

    Blibli Akan Jual Nintendo Switch 2 di Indonesia!

    Juni 25, 2025
    Review Coral Island: Ikatan Emosional yang Luar Biasa!

    Review Coral Island: Ikatan Emosional yang Luar Biasa!

    Juni 12, 2025
    Ghost of Yōtei Rilis Oktober, Siap-Siap Dibikin Merinding!

    Ghost of Yōtei Rilis Oktober, Siap-Siap Dibikin Merinding!

    April 24, 2025
    Sejarah Super Mario: Dari Tukang Ledeng ke Ikon Dunia Game

    Sejarah Super Mario: Dari Tukang Ledeng ke Ikon Dunia Game

    0
    Game Demon Slayer Baru Bagikan Tanggal Rilis!

    Game Demon Slayer Baru Bagikan Tanggal Rilis!

    0
    Monster Hunter Wilds Bagikan DLC Gratis!

    Monster Hunter Wilds Bagikan DLC Gratis!

    0
    Bagaimana Cara Mengganti Musim di Monster Hunter Wilds?

    Bagaimana Cara Mengganti Musim di Monster Hunter Wilds?

    0
    Ini Detail Fitur Baru di Ghost of Yotei!

    Ini Detail Fitur Baru di Ghost of Yotei!

    Juli 22, 2025
    Ubisoft Klaim Microtransaction Bikin Game Lebih Seru!

    Ubisoft Klaim Microtransaction Bikin Game Lebih Seru!

    Juli 22, 2025
    Terungkap, Ini Durasi Gameplay Ghost of Yotei!

    Terungkap, Ini Durasi Gameplay Ghost of Yotei!

    Juli 22, 2025
    Impresif, Ready or Not Raih 1 Juta Download di Console!

    Impresif, Ready or Not Raih 1 Juta Download di Console!

    Juli 22, 2025

    Recommended

    Ini Detail Fitur Baru di Ghost of Yotei!

    Ini Detail Fitur Baru di Ghost of Yotei!

    Juli 22, 2025
    Ubisoft Klaim Microtransaction Bikin Game Lebih Seru!

    Ubisoft Klaim Microtransaction Bikin Game Lebih Seru!

    Juli 22, 2025
    Terungkap, Ini Durasi Gameplay Ghost of Yotei!

    Terungkap, Ini Durasi Gameplay Ghost of Yotei!

    Juli 22, 2025
    Impresif, Ready or Not Raih 1 Juta Download di Console!

    Impresif, Ready or Not Raih 1 Juta Download di Console!

    Juli 22, 2025

    Categories

    • Berita
    • Features
    • Nintendo
    • PC
    • Playstation
    • Retro Corner
    • Review
    • Tips & Trick
    • Xbox
    • Berita
    • Features
    • Review
    • Tips & Trick
    • Retro Corner
    • Consoles

    © 2025 Gamervox - Game & Culture Media

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Features
    • Review
    • Tips & Trick
    • Retro Corner
    • Consoles

    © 2025 Gamervox - Game & Culture Media

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In